Rabu, Januari 17, 2018

SEMINAR PROPOSALSKRIPSI PLS

Selama dua hari, kamis dan jumat, 18 Januari 2018, 43 mahasiswa mengikuti seminar proposal skripsi.  Berdasarkan pengalaman, maka cara mahasiswa menemukan masalah disamakan dengan cara membuat judul, padahal tidak sesederhana itu.
Cara menemukan masalah untuk ditulis dalam suatu skripsi oleh mahasiswa sering menjadi ganjalan bagi dosen untuk mengarahkannya, karena mereka selalu memulainya dari membuat judul, padahal membuat judul bukan suatu awal yang tepat untuk menulis skripsi.
Walaupun mahasiswa sudah dibekali oleh mata kuliah Metode penelitian, tapi sering kali mereka tidak atau mungkin tak mengerti atau lupa dengan apa yang telah mereka pelajari, sehingga dosen pembimbing terpaksa harus mengulang pemahaman mereka tentang metode penelitian yang pernah mereka pelajari.
Masalah sering dianggap mahasiswa sama dengan judul skripsi, padahal judul hanya memberikan gambaran umum dari apa yang ingin ditulis, karena rumusan masalah jauh lebih luas dari pada judul. Pemilihan masalah selalu dimulai dari “bagus” kalimat yang mereka rumuskan dalam judul dari pada substansi dalam penulisan skripsi, sehingga kalau mereka ditanya apa masalahnya? Mereka tidak dapat menjelaskannya.
Mahasiswa sering tidak tahu cara pemilihan kata-kata yang tepat dalam kalimat yang mereka rumuskan dalam judul, selain kurang pemahaman dalam metode penelitian juga masih lemahnya pengetahuan tata bahasa Indonesia baku yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah, sehingga maksud dari judul tidak dapat dijelaskan sesuai dengan kaedah bahasa ilmiah. Selain itu, kata-kata yang dipilih dalam menuliskan judul tidak dapat dipenggal, mana yang yang disebut variabel dan mana objek penelitian, sehingga menjadi kalimat yang terlalu panjang atau pendek yang tidak mengandung makna untuk penulisan ilmiah.
Bukan hanya dalam merumuskan masalah, tetapi juga dalam menggunakan teori dan konsep dalam membangun variabel. Variabel masih mereka anggap apa saja “kata” yang “enak” dibaca dan didengar, padahal setiap kata harus dapat disandarkan dengan kajian teori atau konsep yang baku, tak jarang judul ditolak berkali-kali, sehingga membuat mereka frustrasi. Jarang mahasiswa datang ke pembimbing dengan membawa buku pedoman dan buku teks yang akan menjadi sumber penulisan skripsi, padahal cara ini jauh lebih baik.
Kemampuan membaca untuk memahami isi buku, memilih tema bacaan dan merangkum dalam suatu rumusan juga menjadi kendala tersendiri bagi mahasiswa dalam menelaah kajian teori, karena mereka belum dibiasakan membuat laporan buku, sehingga harus ditunjukan secara jelas apa gunanya dalam merumuskan masalah. Pentinnya kemampuan ini berkaitan erat apa dan bagaimanaa mereka untuk mengumpulkan data dan mengolahnya.
Kemampuan untuk membedakan jenis pendekatan dan jenis penelitian yang mana yang akan digunakan juga selalu menjadi masalah, karena mereka sering terjebak dengan judul sehingga lupa akan substansi metode penelitian, sehingga mereka beranggapan semua pendekatan dan metode bebas dipilih tanpa syarat, sekian pula dengan merumuskan populasi dan menentukan sampel dan ukurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar