Tampilkan postingan dengan label MEDIA PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEDIA PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 25, 2019

Membuat Plang

saidsuhil.staff.unri.ac.id
Contoh foto sketsa
Plang adalah jenis media pendidikan
 yang sederhana untuk menyampaikan pesan, baik dalam bentuk perintah, peringatan, anjuran dan larangan agar audience dapat mengerti secara cepat, karena mudah dilihat dan dibaca.
Karena itu plang harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Jenis huruf. (Tanpa kaki dan tidak miring)
2. Ukuran huruf.(ideal > 20)
3. Warna huruf. ( warna ada maknanya)
4. Warna latar belakang. (Kontras Dengan huruf)
5. Jarak pandang. (+_ 5 meter)
6. Pesan singkat.
Ini programnya
7. Tmbahkan animasi atau foto sketsa.
Lihat hurufnya

Senin, Agustus 12, 2019

DIGITAL LITERATION ALL THE WAY


Oleh Said Suhil Achmad


Abstract
This article aims to introduce to education activists what is meant by digital literacy, because digital literacy is only understood to be limited to computerization and internel - what is always imagined is how difficult it is to use a computer, even though by using a smart phone or android, then someone has entered the digital world - which is broader than just using a computer. Smart phones become shortcuts for people entering the computerized world. It is hoped that this article will open the eyes of all people, especially education activists to not immediately start - both to participate and invite their target to digital titrate.
Keywords: Literaasi, digital, education, life span.

Literacy in the world of education in Indonesia is becoming a hot conversation, especially after it is connected with the digital world. Both of these things are new to some people and some others have been done for a long time, especially since it is a Personal Computer (PC) and is getting more exciting with the clever alias Android phone. This is also supported by an internet network that has expanded its reach from cities to remote villages. Actually, unconsciously, literacy has begun to count, because without language skills it is impossible for people to use all of this.
Language skills are the main key to getting to know the digital world. The digital world not only introduces English - which is the basic language of the digital world, but introduces a language of symbols that continues to grow, so that it can also be exploited by the illiterate and the real blind. Switching the keys with your finger to the keyboard switches to touch or touch on a flat screen. The symbols that are created can combine with tone - which helps everyone. Thus the digital world becomes a learning tool for everyone.
The ability of the digital world does not allow people to learn from texts and symbols, but also learns with audio-visual media that can stimulate deeper learning that is not limited by time and place, so that literacy is more exciting - as a means of pleasing high-level thinking. In addition, digital literacy can support students and students to study thoroughly in accordance with their growth and development as humans.
The development of the increasingly rapid digital world, has also helped everyone be able to bring up the midbrain in everyone, thus the digital world becomes an infusion of a weak human brain to be aligned with a strong brain. It is not uncommon to find people who have the extraordinary ability to solve problems with computers beyond the limits of their knowledge or school. Thus, the digital world becomes a means of education of all times and lifelong education or education as long as the most up to date.
The digital world can be used without age, because its technical use is very easy. For those who fail technology does not need so long to adjust to the digital world, because it does not need to be "feared" by failure or damage. The thing that digital literacy activists need to remember is that there is no graduation or graduation in the digital world, only whether they want it or not.

Kamis, November 29, 2018

LATIHAN MEMBUAT VIDEO 1

Mata kuliah: Media Pembelajaran
Program studi : PLS
Kelas 3 A RABU
Kelas 3  B JUMAT
Batas pengiriman 4 DESEMBER 2018
Pukul 12.00 WIB
Buat profil masing_masing. Pakai narasi musik. Isinya nama, panggilan, tempat tgl lahir. Jumlah saudara. Kamu sendiri nomor berapa. Nama ayah ibu dan pekerjaanya. Pendidikan orang tua dan alamat.
Cerita riwayat pendidikan kamu mulai sd  sampai kuliah. Jika tamat mau jadi apa. Teman yg shootingkan. Jangan diedit. Kirim ke youtube.
Cara kerjanya
1. Tulis naskahnya dulu di kertas baru dihapal. Supaya tidak terbata bata.
2. Yang shooting teman.
3. Tak perlu diedit.

Selasa, Oktober 30, 2018

PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI SEMI ONLINE



Oleh Said Suhil Achmad
https://youtu.be/3o23CvmD_bk
A. PENGANTAR
Model ujian semi online ini dikembangkan berdasarkan pengalaman hampir 10 tahun dalam menggunakan Pawerpoint sebagai model ujian yang lembar jawabannya secara manual, setelah tersedia googleform maka dilakukan kolaborasi. Pada awalnya soal dan jawaban secara online, tetapi setelah ditemukan kelemahannya maka diubah. Soalnya diproyeksikan di kelas dengan powerpoint sedangkan lembar jawabannya online dengan googleform. Berikut penjelasannya dan contoh.
B. PENJELASAN
1. Misalkan jenis tes pilihan ganda, 4 pilihan A, B , C dan D.
2. Setiap soal akan diberikan bobot sesuai dengan tingkat kesulitas. 
3. Jumlah seluruh bobot 100.
4. Soal dikemas dalam bentuk Power Point yang ditentukan batas waktu penayangannya sesuai dengan tingkat kesulitan masing-masing materi.
5. Soal akan dipresebtasikan melalui proyektor LCD di depan kelas.
6. Batas waktu penayangan antara 10 sampai 30 detik. Ditambah 5 detik untuk memilih dan 5 detik untuk menjawab.
7. Transisi antara soal menggunakan suara ucapan nomor soal, setelah itu diikuti oleh gerak angka dari detik pertama sampai detik terakhir batas waktu soal masing-masing dan peralihan antar soal diikuti suara bunyi lonceng.
8.Lembar jawaban disediakan secara oniline menggunakan googleform.
B. PERSYARATAN
1. Sebelum ujian dilaksanakan kepada peserta harus mendaftar terlebih dahulu secara online. Diantara materi data yang diisikan menjadi password membuka dan mengakhiri ujian.
2  Sebelum penayangan soal, peserta mengisi identitas di lembar jawaban yang dipulih sesuai data awal.
3. Jumlah peserta dibatasi hanya yang sudah mendaftar sebelum ujian.
4. Waktu mulai dan berakhir ujian sudah ditentukan secara otomatis. Apabila terlambat maka lembar jawaban tidak bisa dikirim.
5. Mahasiswa duduk di kursi sesuai urutan absen.
6. Mahasiswa yang mengalami masalah penglihatan dan atau pendengaran akan diberikan kemudahan sebelum ujian agar tidak mengalami kesulitan.
7. Mahasiswa hanya boleh membawa satu buah android untuk menghindari mengkopi soal di layar.
8.Mahasiswa hanya boleh bekerja dengan android, artinya tidak menggunakan notbook.
C. KETERANGAN
Model seperti ini dapat menghindari kecurangan mahasiswa dalam menjawab soal seperti:
1. Dikerjakan oleh orang lain atau teman yang lain di luar kelas.
2. Menggandakan atau mengkopi soal atau jawaban dengan cara memotret atau kopi layar (prointscreen).
3. Dapat menghindari kebocoran soal jika kelas paralel.




















Rabu, September 19, 2018

CARA MEMBUAT PAMFLET



Pamflet

Cara Membuat Pamflet 
  1. Bahannya:
    1. Kertas
    2. Gambar
    3. Foto
  2. Program 
    1. Adobe photoshop.
    2. MS Publisher
    3. Adobe Page Maker.
    4. Corel draw
    5. Adobe After Effect.
    6. Macromedia Flash.
    7. Swish
    8. Adobe Indesign
    9. Adobe FrameMaker
    10. Adobe Ilustrator 
    11. Macromedia Freehand
    12. Corel Photo Paint  
    13. dll
  3. Cara Kerja Sederhana adalah dengan
    1. Adobe photoshop.
    2. MS Publisher 
    3.  Adobe Page Maker.
  4. Keterangan
    1. Karena gambar harus diedit terlebih dahulu, maka perlu dikerjakan dengan program pengolah foto seperti Adobe photoshop.
    2. Baru memilih program desainnya antara page maker atau MS Publisher 
    3.  MS Publisher adalah pilihan yang paling sederhana,
    4. Juga bisa didesain langsung dengan programAdobe photoshop.
    5. Atau Adobe Page Maker.
    6. Pilihannya tergantung kemampuan anda 
    7. Contoh di atas menggunakan Adobe Page Maker, tetapi hasilnya masih kasar, karena tidak menghilangkan bayangan pada gambar.
    8. Sebaiknya langsung menggunakan Adobe Photoshop, lebih halus tetapi rumit.
    9. Selamat mencoba.


Rabu, September 12, 2018

Rujak Buah Said Suhil Achmad


Membuat Rujak Buah
Versi: Said Suhil Achmad

1.       Bahan-bahannya:
a.       Nanas. 1 buah.
b.      Timun, 1 buah.
c.       Bengkuang, 1 buah.
d.      Jambu air, 5 buah.
e.      Bumbu:
                                                               i.      Kacang tanah, ½ kg.
                                                             ii.      Gula Timbang, ¼ kg.
                                                            iii.      Cabe rawit, 5 buah.
                                                           iv.      Garam, 1 sendok teh.
                                                             v.      Belacan udang, 1 sendok teh.
                                                           vi.      Asam jawa, 1 ons, diambil airnya saja.
2.       Alat
a.       Cobek.
b.      Sendok  kayu.
3.       Cara membuatnya:
Tahap 1
a.       Gonseng kacang tanah di cobek
b.      Potong semua buah dengan posisi miring dan tipis
c.       Peras asam jawa.
d.      Bakar belacan.
Tahap 2
a.       Giling cabe dengan garam.
b.      Setelah rata, masukkan belacan yang sudah dibakar dan campurkan dengan adukan cabe dan garam, masukkan air asam jawa tetapi bumbu tidak boleh terlalu cair.
c.       Masukkan semua bahan  buah dan aduk sampai rata.
d.      Selesai.

Jumat, November 10, 2017

Cara Membuat Booklet

(Khusus Mata Kuliah Media Pembelajaran PLS FKIP Universitas Riau
A.     Kertas:
1.      Ketebalan di atas 100 kg.
2.      Warna bebas asal kontras dengan teks.
3.      Jenis: Halus.
4.      Cetakan warnya jelas, terutama teks.
5.      Ukuran kertas A4 atau Legal.
B.      Tulisan
1.      Gunakan huruf yang tidak berkaki, bergerigi, misalnya ARIAL dan sejenis
2.      Hindari dimiringkan.
3.      Sebaiknya pinggiran huruf berbingkai yang kontras.
C.      Halaman
1.      Tidak menggunakan nomor halaman.
2.      Halaman merupakan satu kesatuan. Misalnya halaman depan dan kulit, termasuk halaman dalam.
D.     Isi
1.      Hanya memuat judul dan sub judul
2.      Hanya berisikan persyaratan/ bahan dan proses, tidak perlu pengertian, fungsi dan tujuan.
3.      Persyaratan didukungan oleh gambar dengan urutan yang logis.
4.      Proses didukungan oleh alur proses.
E.      LAIN-LAIN
1.      Jika judul terlalu luas, maka batasi: misalnya di Lembaga (FKIP, UNRI, DIKNAS)
2.      Kulit dan jangan dibingkai dengan boks.

3.      Dukungan gambar dan illustrasi pada teks yang terlalu banyak, atau keduanya seperti pada persyaratan atau bahan.

Rabu, September 06, 2017

Silabus Media Pembelajaran PLS 2017

SILABUS
MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN PLS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU

1. IDENTITAS MATA KULIAH

a. Tahun Akademis : 2017-2018
b. Jurusan/program Studi : Ilmu Pendidikan/ PLS
c. Semester : Genap
d. Nama Mata Kuliah : Media Pembelajaran PLS (MPPLS)
e. Bobot SKS : 2 SKS
f. Kode Mata Kuliah : KPH4111
g. Kelompok Mata Kuliah :  Mata Kuliah Keterampilan Proses Pembelajaran
h. Status Mata Kuliah : Wajib
i. Prasyarat :  -
j. Dosen : Drs. Said Suhil Achmad, M.Pd
k. NIP : 195811061986011002
   
2. DESKRIPSI MATA KULIAH:

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan teori  belajar dan pembelajaran terkini, sehingga mahasiswa memahami arti, fungsi, tujuan dan manfaat dan aplikasinya di kelas. Mata kuliah ini merupakan Mata Kuliah wajib bagi program studi PLS FKIP Universitas Riau yang hakekat media dalam pembelajaran, klasifikasi media pembelajaran, mendesain media pembelajaran, teknik pemilihan media, teknik pembuatan media grafis dan presentasi, teknik pembuatan media berbasis komputer, teknik menggunakan media pembelajaran, penilaian media pembelajaran, dan lingkungan sebagai media pengajaran

3. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi profesi pendidik dan tenaga kependidikan PLS yang memahami, dan menerapkan media dalam pendidikan luar seolah dewasa ini.

4. MATERI PEMBELAJARAN
a. Hakekat Media Pembelajaran
b. Klasifikasi Media Pembelajaran
c. Media cetak
d. Media non cetak
e. Perangkat  Pembuatan Media Pembelajaran
f. Teknik Penggunaan Media dalam pembelajaran
g. Penilaian Media Pembelajaran


5. STRATEGI PERKULIAHAN

Perkuliahan ini diberikan 16 kali pertemuan, setiap pertemuan 100 menit Pendekatan yang digunakan dalam perkuliahan ini menggunakan pendekatan active learning. Metode perkuliahan meliputi ceramah, tanya jawab, tugas, diskusi.

6. TUGAS-TUGAS
Pencapaian kompetensi  yang diharapkan dilakukan pemberian tugas kelompok dan individu. Tugas  kelompok  membuat ringkasan materi dari setiap materi yang belum dijangkau oleh penjelasan dosen. Tugas individu adalah membuat dua tugas. Tugas pertama membuat pedoman atau profil orang atau lembaga dalam bentuk buku pedoman sederhana dan tugas kedua adalah membuat presentasi media melalui youtue, baik dalam formal slide atau video.


7. EVALUASI

No Unsur Persentase Bobot Keterangan
1 Motivasi 10 % 1 kali 6,25 point Ketepatan waktu dan absensi
2 Tugas 20 % 75 % dan 25% Tugas individu dan kelompok
3 UTS 30 % Diambil nilai tertiggi Ujian MID, 2 kali
4 UAS 40 % Diambil nilai tertinggi Ujian Semester, 2 kali
Jumlah 100%


8. ATURAN PERKULIAHAN

a. Sebelum kuliah
i. Mahasiswa wajib memiliki (menggandakan)dan memahami silabus perkuliahan.
ii. Mahasiswa wajib mengisi lembar perjanjian kuliah.
iii. Mahasiswa wajib memiliki sumber bacaan utama dan bahan ajar penunjang.
b. Selama kuliah
i. Mengenakan pakaian yang sesuai aturan fakultas.
ii. Mahasiswa harus mengisi absen setiap perkuliahan
iii. Perkuliahan berlangsung selama maksimal 16 kali dan minmal 13 kali tatap muka.
iv. Mahasiswa yang absen sebanyak empat kali dianggap gagal dengan nilai E. Satu kali absen akan dikurangi 6,25 poin
v. Mahasiswa yang absen dapat dianggap normal apabila membuat tugas, berupa laporan perkuliahan yang tidak diikutinya sebelum ujian akhir (UAS)
vi. Absensi normal akan mengurangi nilai sebesar 1 kali kehadiran.
vii. Mahasiswa wajib membuat tugas, mengikuti ujian MID dan UAS, apabila MID dan UAS tidak diikuti  maka nilai pertama TL dan diberi kesempatan ujian sakit lima hari setelah ujian pertama, jika tidak nilai menjadi E. Perbaikan tugas atau keterlambatan pembutan tugas hanya diberi waktu 1 kali pertemuan.
viii. Mahasiswa yang terlambat lima belas menit tiga kali berturur-turut dianggap sekali absen.
3. Akhir Kuliah
ix. Ujian MID dan UAS akan dilaksanakan dua kali. Nilai yang diambil adalah nilai tertinggi.

9. LAIN-LAIN


 Instruksi dan bahan ajar sebagian disediakan melalui saidsuhil.blogspot.com dan WA grup.


10. BUKU SUMBER

 Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Asri Budi Ningsih. 2005. Belajar dan pembelajaran. Cetakan Pertama. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Azhar Arsyad. 2011. Media Pembelajaran. Cetakan kelima. Jakarta: PT. Rajawali Pers
Budi Setedjo Dharma Oetomo. 2002. E Education: Konsep, teknologi dan aplikasi internet pendidikan. Yokyakarta: Andi.
Daeng Ayub Natuna & Yustini. 2004. Pengantar menjadi guru: Program Pengalaman lapagan. Pekanbaru: Unri Press
Dimyati & Mujiono. 2009. Belajar dan pembelajaran. Cetakan Ketika Jakarta :Reneka Cipta
Dimyati. 1990. Psikologi Pendidikan; Suatu pendekatan terapan. Edisi 1. Cetakan Pertama. Yokyakarta: BPFE
Deni Hermawan. 2011. Inovasi pendidikan. Cetakan Pertama.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Hamzah B, Uno. 2007. Model pembelajaran.: Menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Cetakan Ketiga. Bandung: Bumi Aksara.
Jeck Febrian. 2001.  Menggunakan Internet. Bandung: Informatika.
Kunandar. 2007. Guru profesional: Empelementasi KTSP dan sukses sertifikasi guru. Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada.
Harjanto. 2006. Perencanaan pengajaran. Cetakan Kelima. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya
Margaret E. Bell Gredler. 1994.  Belajar dan pembelajaran. Cetakan Kedua. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Muhammad Ali. 1992. Guru dalam proses belajar mengajar. Edisi Revisi. Bandung: Sinar Baru.
Mustakim & Abdul Wahid. 2003. Psikologi pendidikan. Jakarta: PT. Renika Cipta.
Nana Sudjana. 1989. Media pengajaran. Bandung: Sinarbaru.
Nasution. 1993. Berbagai pendekatan dalam proses belajar dan mengajar. Cetakan kelima. Bandung: Bumi Aksara.
Nasution. 1999. Kurikulum dan pengajaran. Cetakan ketika. Bandung: Bumi Aksara.
Oemar Hamalik.2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan sistem. Cetakan kelima. Bandung: Sinar Grafika Offset.
Said Suhil Achmad. 2010. Dunia dalam satu keyboard. Panitia Sertifikasi Guru. Pekanbaru: Universitas Riau
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Slavin Robert E. 2009. Cooprative Learning: Teori, riset dan praktik. Terj. Cetakan Ketiga. Bandung: Nusa Media.
Suharsimi Arikunto. 2006.  Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Zainal Aqib & Elham Rohmanto. 2007. Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Cetakan Pertama. Bandung: Yrama Wudya.

Sumber Penunjang

Akhmad Sudrajat. 2008.Pengertian pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik dan model pembelajaran. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/ (2008/09/12)
Putriarya. 2008. Teori Sibernetik. http://kupukuputp.blogspot.com/2008/12/teori-sibernetik.html
Tri Suminar 2010. Tinjauan Filsafati (Ontologi, EpistemoLogi DanAksiologi Manajemen Pembelajaran Berbasis Teori Sibernetik. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/edukasi/article/view/961/898

 

Selasa, Mei 02, 2017

KONSEP PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI

KONSEP MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN
DI PERGURUAN TINGGI*





Oleh Said Suhil Achmad
Dosen FKIP Universitas Riau Pekanbaru
Saidsuhil.blogspot.com






Disampaikan Pada Pelatihan Workshop Pengembangan Media Presentasi Pembelajaran Pada Perguruan Tinggi PTKIS Kopertais Wilayah Xii Riau – Kepri Pekanbaru, Hotel Dafam 11 -13 Mei 2017


A.     Pengantar

Mahasiswa yang berada pada pendidikan S1, tidak serta merta dapat menjadi mahasiswa yang kita inginkan, yaitu mandiri dalam belajar, terutama dalam memahami bahan ajar. Mereka perlu proses untuk masuk kedunia “perdosenan” dengan berbagai tingkah pola mengajar yang berbeda, terutama bahasa tulis yang pendek-pendek dan bahasa ucap dengan berbagai cengkok yang bisa mengusik atau mengejutkan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa baru. Hal ini pernah disadari oleh UNESCO dengan membuat program Student Support Service (3S) diperguruan tinggi, dimana penulis sendiri terlibat dalam program ini di FKIP Universitas Riau pada tahun 2000, untuk memberikan pelayanan khusus bagi mahasiswa yang “sakit” akibat singkatnya “presentasi” dosen. Sementara mereka harus mengerjakan tugas dalam waktu terbatas. Bagi mahasiswa tahun pertama, mereka ibarat sebuah kendaraan baru, yang dipaksa dengan beban berat, sehingga mengalami kerusakan lebih awal.

Di perguruan tinggi, komputer bagian dari dari “kaki tangan” dosen. Sepertinya “patah kaki” bila satu hari saja tidak memegang keyboard. Kalau dulu, orang yang mengerti komputer langka, tetapi sekarang terbalik,  orang yang langka, orang yang tidak mengerti. Dulu, orang yang menjinjing komputer dan proyektor langka, sekarang juga terbalik. Orang yang yang tidak menjinjing komputer yang langka.  Sekarang hampir tidak ada dosen yang tidak memiliki bahan ajar, minimal GBPP dan SAP, Lembar Kerja Mahasiswa, petunjuk praktikum, diktat, dan buku ajar. Namun, apakah mereka sudah membuat media pembelajaran? atau sudah menggunakan media presentasi tertentu? Apakah jenis media presentasinya? Offline dengan proyektor atau online dengan Android?

Dalam kertas ini, diasumsikan dosen telah membuat media pembelajaran, tetapi tidak atau belum menggunakan media presetasi tertentu, khususnya media presentasi berbasis komputer, seperti MS Powerpoint. Apakah sudah maksimal sampai pada multimedia? Apakah sudah memanfaatkan program-program pembantu, seperti editing foto dan video, membuat animasi, merekam suara, dan lain-lain. Apakah mengenal trik-trik yang membuat media presentasi MS Powerpoint secara cepat dan tepat. Hal-hal inilah yang akan dibicarakan dalam kertas ini.

Dengan demikian, diharapkan dosen mampu mengembangkan media prersetasi pembelajarannya, yang membuat bahasa “buku” menjadi bahasa “lisan” yang hidup, sehingga  kedua belah pihak di dalam kelas memiliki kesamaan persepsi dalam memahami materi perkuliahan. Itulah yang pentingnya media, kata Gagne dan  Briggs, dalam Yusufhadi Miarso (2007) bahwa  media sebagai sarana yang dapat merangsang terjadinya proses dan belajar.  

Dengan mengembangkan media prersetasi yang baik, diharapkan terjadi interaksi mahasiswa dengan dosen secara timbal balik, memberikan pemahaman yang lebih dalam dan luas, dan memberi kesan yang lebih lama dan dapat mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu.

B.     Uraian dan Contoh

1.     Pengertian Media Presentasi Pembelajaran

Apakah beda media pembelajaran dan media presentasi pembelajaran? Beda, tetapi tidak dapat dipisahkan. Karena keduanya ibarat mata uang, untuk menggunakan media presentasi memerlukan media pembelajaran. Kalau media pembelajaran adalah produknya, sedangkan media presentasi adalah media penyajian produk.

Hal ini diperjelas oleh  Kenthut, Aristo Rahadi ( 2008) bahwa semua jenis media pada dasarnya dibuat untuk disajikan atau dipresentasikan kepada sasaran. Yang membedakan antara media prsentasi dengan media pada umumnya adalah bahwa pada media   dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji (proyektor). Pesan/ materi yang dikemas bisa  berupa teks, gambar, animasi dan video yang dikombinasi dalam satu kesatuan yang utuh.   

            Media presentasi, berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi,  sehigga media presentasi mengalami perkembangan pula, mulai dari yang manual seperti papan tulis, OHP, proyektor dan media jarak jauh seperti radio, televise dan terakhir internet. Perkembangan teknologi kumununikasi seperti handphone dengan produk terdiri androidnya telah memberikan cara sendiri dalam penyajian atau prestasi secara online. Media presentasi dengan menggunakan proyektor dan android, memungkinkan sebuah pesan dapat disampaikan secara lengkap yang dapat menyentuh semua indra manusia, karena kemampuannya yang canggih, dan bisa pula mengambil atau menghubungan dengan contoh yang lain tanpa memproduknya sendiri, seperti Youtube.

2.     Jenis Media Presentasi

Media presentasi yang berbasis komputer yang dapat digunakan cukup banyak. Seperti Corel presentation, Harvard Grafig,  Program Impress yang ada pada OpenOffice, Program Visual Basic, Makromedia Flash, Direktor, Authorware, Dream Weaver, dan masih banyak lagi, dan yang paling umum digunakan dan mudah adalah Microsoft Powerpoint dari perusahan Microsoft. Dalam kertas ini tidaklah akan membahasnya sartu persatu, tetapi hanya focus pada  Microsoft Powerpoint versi 2007, karena sifatnya yang sederhana dari versi di atasnya.

Apa saja jenis media presentasi di kelas? Banyak, mulai dari media visual seperti gambar, animasi dan video, media audio, seperti rekaman suara dan komputer, seperti powerpoint dan media  teknologi informasi dan komunikasi yan terbaru berbasis online, di mana dengan Android bisa menggantikan proyektor.

Apakah semua dosen sudah menjalankan amalan itu? Mungkin belum dan mungkin sudah. Apakah sudah maksimal? Mungkin belum dan mungkin sudah. Apakah sudah menggabungkan semua jenis media itu dalam suatu media presentasi? Atau alat presentasi yang mana yang diganakan. Apakah proyektor atau android?

Terlepas dari semua itu, maka kertas ini bertitik tolak dari bahwa mahasiswa perlu dibantu memahami bahan ajar secara baik dan benar. Apakah mahasiswa sendiri, tidak mampu belajar dengan membaca bahan ajar yang sudah disediakan? Ternyata, bahan ajar yang kita tulis dalam bentuk teks, ternyata tidak dapat “merekam” semua yang kita maksud, karena itu diperlukan media presentasi yang akan mengrekontruksi maksud teks dengan berbagai reka bentuk media yang dirangkum menjadi multimedia yang dipresentasikan melalui media presentasi berbasis komputer, yaitu MS Powerpoint atau media online seperti Android.

Atas dasar pemikiran itu, maka setelah dosen mampu mengembangkan bahan ajar, dimulai dari menulis GBPP, SAP, buku ajar cetak dan non cetak, maka selanjutnya masih ada lagi, yaitu apa media presentasinya di kelas? Mengapa perlu media presentasi? Apakah dengan buku ajar sudah cukup? Ternyata tidak? Kenapa? Kerena tidak semua orang mampu dalam dalam sekejab memahami suatu teks yang ditulis oleh seorang dosen. Selain kemampuan dan keterampilan membaca yang berbeda, juga dikarenakan oleh “permainan” bahasa buku ajar yang terkadang hanya dosen yang bersangkutan mampu mengerti. Mengapa demikian, karena sulitya mencari “kata-kata cocok” untuk menyampaikan suatu “maksud” yang sebenarnya, makanya perlu presentasi melalui media presentasi.

            Apakah semua dosen mengunakan media presentasi? Jawabnya ya, terutama yang manual dengan menggunakan blackboard. Apakah masih ada menggunakan OHP?, masih, terutama pada perguruan tinggi tertentu. Sekarang apakah semua dosen menggunakan media presentasi berbasis komputer, seperti MS Powortpoint, Corel Presentation, Harvard Graphics, dan lain-lain. Atau sudah menggunakan media presentasi online, melalui android?

Gambar 1: MS Powerpoint 2007

Image result for corel presentation
Gambar 1: Corel Presentation (Sumber Internet)

Image result

Gambar 1: Harvard Graphics (Sumber Internet)

Media presentasi berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi pendidikan. Perkembangan teknologi pendidikan dipengaruhi pula perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang berbasis komputer dan internet. Media presentasi dimulai dari yang sifatnya manual sampai pada yang online.

3.     Isi Media Presentasi

Isi media presentasi adalah media pembelajaran yang sudah diproduksi  baik berupa : media grafis, diantaranya bagan, diagram, grafik,  poster,  kartu, dan komik, media gambar fotografi,  media video, media audio dan media dua dan tiga dimensi (tiruan dari benda yang sebenarnya yang dikemas secara animasi)

4.     Program atau Software pendukung

Maksud  program atau software pendukung adalah program yang memilki kemampuan melengkapi pembuatan atau pemberkasan  Microsoft Powerpoint. Hal ini dilakukan karena tidak semua kelengkapan untuk mengolah gambar, audio, video, dan animasi tersedia dengan sempurna di Microsoft Powerpoint. Program atau software pendukunga yang sederhana diantaranya: program gambar, program audio, program video, program animasi.

a)    Program Gambar

Program pendukung untuk editing gambar yang paling banyak dipakai adalah Adobe Photoshop, Corel Photo,  namun ada program yang lebih sederhana seperti: Windows foto Viewer, microsoft office viewer fictures manager.

Gambar: Adobe Photoshop

Gambar: Windows Photo Viewer
Gambar 2. Microsoft office viewer fictures manager.
Program atau software yang digunakan dalam pengolah gambar  yang profesional diantaranya Adobe Photoshop, CorelDraw, Adobe Illustrator, GIMP, dan lain-lain, namun bila tidak cukup pengalaman cukup mengolah gambar dengan program yang sederhana seperti yang sudah tersedia di MS Office, seperti Windows foto Viewer, microsoft office viewer fictures manager. Program pengolah gambar banyak digunakan untuk keperluan desain grafis, misalnya untuk membuat poster, ilustrasi, undangan,dan sebagainya, termasuk membuat animasi.
           
b)   Program Audio

Program audio berbasis computer diantaranya:  Audacity,   Power sound editor, MP3 directcut,   Music editor free,   Wavosaur,  Traverse DAW,  Ardour,  Wavepad sound editor,    Sound engine dan Goldwave, sedangkan yang berbasis Addroid tidak terhingga banyaknya.

c)    Program Video

Program/ softwatre editing video sangat banyak, baik yang berbasis komputer, maupun Android. Mulai dari yang sederhana sampai professional sampai program amatiran, sementara yang paling sederhana ada di Android. Program editing video yang berbasis computer diantaranya Windows Movie Maker, Adobe After Effect,   Power Director,  Show Biz DVD,  Ulead Video Studi,   Element Premier,   Easy Media Creator, Pinnacle Studio Plus dan Vegas dari Sony. Terdapat pula program pengolah video yang berbasis android.
d)   Program Animasi
Program animasi berbasis komputer diantaranya Corel RAVE, Moho, CreaToon, ToonBoom, Autodesk Animation, Adobe Flash, Adobe Photoshop, Adobe After Effect oRETAS, 3D Studio Max, Maya, LightWave, Softimage, Cinema 4D, TrueSpace, Animation Master, Amapi, Strata 3, Rhino, Houdini, Infini-D, Carrara, Canoma, Wings 3D, Motion Builder, Poser, TDI (Thomson Digital Image), Swish, dan Ulead 3D. Terdapat pula program pengolah animasi yang berbasis android.

Produk dari program-program media berbasis komputer dan android bisa sama atau berbeda, hal itu dapat dilihat dari extention dan ukuran dan  mutu filenya, jika jhal ini tidak diperhatikan, maka akan menyulitkan penampilannya di proyektor atau sejenis.


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, A. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Daryanto. (2011). Media Pembelajaran. Bandung. PT. SARANA TUTORIAL NURANI SEJAHTERA

Miarso, Yusufhadi. (2007). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.Jakarta : Kencana.

Kenthut, Aristo Rahadi. 2008. Pembuatan Media Presentasi: Pelatihan Pemanfaatan TIK, untuk Pembelajaran, Tingkat Nasional Tahun 2008. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan.

Acityawara. 2013.  Daftar Software Untuk Animasi 2D dan 3D
. http://www.acityawara.com/Detail-2371-daftar-software-untuk-animasi-2d-dan-3d.html (22 Juli 2013]